Minggu, 08 Februari 2015

Kasih Sayang dan Orangtua 

    Dahulu sering kali berbuat kesalahan yangmana menurutku adalah benar tapi menurut orangtua itu tidak baik dan tidak benar. Terkadang pula tutur kataku ini menyakitkan batin dan hati mereka meskipun tanpa sengajaku melakukannya. Ya mungkin karena "labil" atau karena aku tidak belajar dari kehidupan, tak belajar untuk bersyukur akan karuna dari Allah SWT, tak melihat keadaan temanku yang sangat kekurangan... 
    Setelah usiaku mendekati dewasa ini aku perlahan menyadari begitu besar kasih sayang orangtuaku, begitu perhatian mereka terhadap tumbuh kembangku, begitu sedih melihat kesedihan yang aku alami dan begitu bahagianya mereka melihat kebahagiaanku. Kiniku melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta, aku berkeinginan kelak aku bisa berfoto, bersanding dengan kedua orangtuaku, dan akan aku pajang foto kebanggaanku ketika nantinya aku memulai kehidupan baru dengan seseorang yang Allah pilihkan untukku. Tapi keinginan dan harapan itu tak dapat aku wujudkan. Kini tinggal Ibu, karena Ayah telah tidipanggil Allah SWT , Ayah telah menerima takdirnya... 
    Makrab (malam keakraban) yang aku jalani di fakultas sangat menyenangkan dan mempererat komunikasi, kerjasama serta solidaritas antar anggota kami, PERDIF,, tapi ketika malam itu dihadirkan semacam renungan malam dan tak dapat aku pendam lagi kesedihan ini (ketika itu sekitar 1 bulan Ayah sakit). Aku disana menjalankan kewajibanku, sedangkan Ayahku kesakitan dirumah. Ayah sudah tak mampu lagi untuk berjalan, bahkan untuk buang air besar saja harus ada 2 orang yang membantunya... Ayahku  adalah laki-laki yang sejati, laki-laki yang kuat bagai tiang yang sangat kokoh..... 
........................................................................PART-1.................................................................